Formulating the Fiqh of Diversity as a Basis for Peace Education

A Case Study of Islamic Religious Education at Universitas Brawijaya

Authors

  • Moh. Anas Kholish Universitas Brawijaya Malang, Malang, Indonesia
  • Siti Rohmah Universitas Brawijaya Malang, Malang, Indonesia
  • Nur Chanifah Universitas Brawijaya Malang, Malang, Indonesia
  • Aditya Putra Harwanto Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Anisa Al-Azizi Universitas Brawijaya Malang, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjier.v4i2.1310

Keywords:

fikih kebhinnekaan, Pendidikan Agama Islam, pendidikan damai, keragaman mazhab, perguruan tinggi umum

Abstract

This study aims to investigate and identify the construction of the fiqh of diversity (fikih kebhinnekaan) in Islamic Religious Education (PAI) learning at Universitas Brawijaya. Furthermore, it seeks to examine and analyze the formulation of fiqh of diversity within PAI learning in fostering attitude of harmony amidst the diverse school of jurisprudence (madhhab) backgrounds among students. Using a case study approach, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate two key points: First, in the construction of PAI lecturers, fiqh diversity is viewed as a universal necessity that must be met with tolerance, thereby enabling the effective implementation of peace education through PAI courses. Second, the formulation of fiqh of diversity education through PAI learning at Universitas Brawijaya is reflected in a curriculum design that avoids any discriminatory elements (SARA). This curriculum design is grounded in the universal values of Islamic teachings, including the spirits of justice, freedom, humanity, egalitarianism, peace, brotherhood, and compassion. Through the formulation of these values, peace education is successfully cultivated at Universitas Brawijaya. Beyond curriculum design, this formulation is also expressed through the learning materials in the PAI textbook (Buku Daras PAI) and the learning evaluation framework, which avoids sectarian bias. The PAI learning evaluation is oriented toward transcending the primordial boundaries of Islamic mass organizations and extra-campus student organizations.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi konstruksi fikih kebhinnekaan pada pembelajaran PAI di Universitas Brawijaya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis formulasi fikih kebhinnekaan pada pembelajaran PAI dalam menumbuhkan sikap harmoni di tengah varian madzhab fikih mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus dengan menjadikan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai basis teknik pengumpulan datanya. Temuan penelitian ini adalah: Pertama, Dalam konstruksi Dosen PAI, kebhinnekaan fikih merupakan keniscayaan universal yang harus disikapi secara toleran, sehingga pendidikan damai melalui mata kuliah PAI dapat terimplementasi dengan baik. Kedua, formulasi pendidikan fikih kebhinnekaan melalui pembelajaran PAI di Universitas Brawijaya terlihat pada desain kurikulum yang tidak memuat unsur SARA di dalamnya. Desain kurikulum fikih kebhinnekaan didasarkan pada nilai-nilai universalitas ajaran Islam seperti spririt keadilan, kebebasan, kemanusiaan, egalitarianisme, perdamaian, persaudaraan, dan kasih-sayang. Melalui formulasi nilai-nilai tersebut, pendidikan damai di Universitas Brawijaya dapat tersemai dengan baik. Selain desain kurikulum, formulasi pendidikan fikih kebhinnekaan juga diekspresikan dalam bentuk materi-materi yang ada dalam buku Daras PAI. Formulasi fiqih kebhinnekaan juga terekspresi dalam bentuk evaluasi pembelajaran PAI di Universitas Brawijaya yang tidak mengedepankan ego sektarian. Evaluasi pembelajaran PAI tersebut diorientasikan untuk melampaui sekat-sekat primordialitas ormas dan organisasi ekstra kampus.

References

Abdillah, M. T., Alamudi, I. A., & Sa’dah, R. T. (2023). Moderasi beragama menjawab. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 9(2), 1–11.

Armstrong, K. (2014). Fields of blood: Religion and the history of violence. London, England: The Bodley Head.

Arslan, S. S. (2013). Kenapa umat Islam tertinggal. Jakarta, Indonesia: Pustaka Al-Kautsar.

Ayma, S., Haddade, A. W., & Abdillah. (2023). Fanatisme bermazhab di kalangan masyarakat Islam Kota Makassar: Studi komparatif Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. Syahratul, 4(1), 1–15.

Azra, A., et al. (2015). Fiqih kebhinnekaan: Pandangan Islam Indonesia tentang umat, kewargaan, dan kepemimpinan non-Muslim. Bandung, Indonesia: Penerbit Mizan.

Bhabha, H. K. (1998). Of mimicry and man: The ambivalence of colonial discourse. London, England: Routledge.

Burhani, A. N. (2019). Menemani minoritas: Paradigma Islam tentang pembelaan terhadap yang lemah. Jakarta, Indonesia: PT Gramedia Pustaka Utama.

Cavanaugh, W. T. (2000). The myth of religious violence: Secular ideology and the roots of modern conflict. New York, NY: Oxford University Press.

Dewey, J. (1950). Democracy and education: An introduction to the philosophy of education (23rd ed.). New York, NY: The Macmillan Company.

Dewey, J. (2004). Democracy and education. Mineola, NY: Dover Publications.

Fahmi, F. Z. (2012). Pengaruh jenis kelamin dan latar belakang sekolah terhadap toleransi perbedaan mazhab fiqh. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 4(2), 153–161. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v3i2.2142

Freire, P. (1984). Pendidikan sebagai praktek pembebasan (A. A. Nugroho, Penerj.). Jakarta, Indonesia: Gramedia.

Freire, P. (2000). Pedagogy of the oppressed (30th anniversary ed.). New York, NY: Continuum.

Freire, P. (2016). Pendidikan kaum tertindas. Jakarta, Indonesia: LP3ES.

Huntington, S. P. (1996). The clash of civilizations and the remaking of world order. New York, NY: Simon & Schuster.

Kimball, C. (2003). When religion becomes evil: How to identify and avoid the five warning signs. San Francisco, CA: HarperSanFrancisco.

Küng, H. (2000). Perdamaian dunia, agama-agama dunia, dan etika dunia: Agama untuk manusia. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.

Madjid, N. (2004). Fiqih lintas agama: Membangun masyarakat inklusif-pluralis. Jakarta, Indonesia: Paramadina.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Mo’tasim, M., Mollah, M. K., & Nurhayati, I. (2022). Konsep pendidikan multikultural dalam pandangan Banks. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 15(1), 72–90. https://doi.org/10.32806/jf.v15i01.5863

Mu’nis, H. (2018). Sejarah otentik politik Nabi Muhammad SAW: Dari dakwah Mekah hingga Madinah. Banten, Indonesia: Pustaka Iman.

Naser, M. A. N., & I. (2017). Building peace education in the Islamic educational context. International Review of Education, 63(2), 173–191.

Nasution, M. A. (2022). Fanatisme mazhab di lingkungan pesantren; Studi kasus di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial, 8(1), 45–58.

David, M., Romadhoni, D., Sultan, & Ali, P. N. (2024). Kajian tentang urgensi dan manfaat pendidikan damai bagi generasi muda di Politeknik Pelayaran Malahayati. Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ), 3(1), 12–25. https://doi.org/10.30596/pcej.v3i1.17940

Parekh, B. (2008). Rethinking multiculturalism: Keberagaman budaya dan teori politik. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Piaget, J. (1971). Science of education and the psychology of the child. New York, NY: The Viking Press.

Rachman, B. M. (2001). Islam pluralis: Wacana kesetaraan kaum beriman. Jakarta, Indonesia: Paramadina.

Rakhmat, J. (1994). Islam aktual: Refleksi sosial seorang cendekiawan Muslim. Bandung, Indonesia: Penerbit Mizan.

Rifqi, M. A. (2020). Tafsir maqasidi membangun paradigma tafsir berbasis mashlahah. Takwiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 1(1), 12–28.

Rohmadi, R., Arroisi, J., & Muslih, M. K. (2022). Tinjauan kompatibilitas konsep moderasi beragama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Wasathiyatul Islam. MUADDIB: Jurnal Kependidikan dan Keislaman, 12(1), 1–18.

Schuon, F. (1984). The transcendent unity of religions. Wheaton, IL: Theosophical Publishing House.

Setyabudi, M. N. P. (2020). Konsep dan matra konsepsi toleransi dalam pemikiran Rainer Forst. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 81–94. https://doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24895

Sodiqin, A., & Umroh, R. R. (2023). Towards an interreligious fiqh: A study of the culture-based religious tolerance in the Kaloran community, Central Java, Indonesia. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 61(1), 159–180. https://doi.org/10.14421/ajis.2023.611.159-180

Sofanudin, A. (2019). Heterogenitas paham keagamaan mahasiswa Muslim di perguruan tinggi negeri. Prosiding Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, 6(1), 101–115.

Syarif, N. (2015). Islam dan kemajemukan di Indonesia (Upaya menjadikan nilai-nilai yang menjunjung tinggi kemajemukan dalam Islam sebagai kekuatan positif bagi perkembangan demokrasi). Asy-Syari’ah, 18(2), 227–234. https://doi.org/10.15575/as.v18i2.662

Syaripudin, A., Efendi, R., Sirajuddin, S., & Ali, D. R. H. (2021). Pengaruh pemahaman bahasa Arab terhadap istinbāṭ hukum fikih. NUKHBATUL ’ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam, 7(2), 178–196. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v7i2.411

Turabi, H. (2003). Fiqih demokratis. Jakarta, Indonesia: Arasy.

Wahid, A. (2006). Islamku, Islam Anda, Islam kita: Agama masyarakat negara demokrasi (M. S. Anwar, Ed.). Jakarta, Indonesia: The Wahid Institute.

Wahid, W. G. A., Darraz, M. A., & Fuad, F. A. (Ed.). (2015). Fikih kebinekaan. Bandung, Indonesia: Mizan Pustaka.

Winataputra, U. S. (2008). Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal Ika dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana pembangunan karakter bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(75), 1009–1027. https://doi.org/10.24832/jpnk.v14i75.364

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Downloads

Published

03-09-2026

Issue

Section

Articles