Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam melalui Pepali Ki Ageng Selo dalam Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjier.v4i2.1301Keywords:
etnografi, internalisasi nilai, kohesi sosial, pendidikan Islam, Pepali Ki Ageng SeloAbstract
The dynamics of the globalized era have the potential to trigger identity crises and weaken social cohesion in society. This condition demands an ethical foundation based on local wisdom capable of maintaining social harmony. This study aims to analyze the educational values of Islam contained in Pepali Ki Ageng Selo, their internalization process, and their contribution to strengthening social cohesion among the community in Selo Village, Tawangharjo District, Grobogan Regency. This study employed a qualitative approach with an ethnographic design. Research subjects were selected through purposive sampling, consisting of the Village Head, Traditional Leaders (juru kunci), Religious Leaders, and local community members. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was tested using source and method triangulation, while data analysis applied the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (data reduction, data display, and conclusion drawing/verification). The results indicate that Pepali Ki Ageng Selo contains core Islamic educational values, such as taqwa (godliness), tasamuh (tolerance), ihsan (goodness), and qanaah (contentment). The internalization of these values occurs through exemplary methods (uswatun hasanah), unification of family education, and habituation of customary rituals that do not contradict Islamic law. This internalization serves as a social glue that effectively prevents horizontal conflicts, maximizes solidarity, and strengthens inter-citizen tolerance. These findings confirm that local wisdom based on Islam Nusantara is relevant as a sustainable cultural instrument for building community social cohesion.
Dinamika era globalisasi berpotensi memicu krisis identitas dan pelemahan kohesi sosial di tengah masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya fondasi etis berbasis kearifan lokal yang mampu menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Pepali Ki Ageng Selo, proses internalisasinya, serta kontribusinya terhadap penguatan kohesi sosial masyarakat di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi Kepala Desa, Tokoh Adat (juru kunci), Tokoh Agama, dan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pepali Ki Ageng Selo memuat nilai-nilai pendidikan Islam utama seperti taqwa, tasamuh (toleransi), ihsan, dan qanaah. Internalisasi nilai-nilai tersebut berlangsung melalui metode keteladanan (uswatun hasanah), unifikasi pendidikan keluarga, serta pembiasaan ritual adat yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Internalisasi ini berfungsi sebagai perekat sosial (social glue) yang efektif mencegah konflik horizontal, memaksimalkan solidaritas, dan memperkuat toleransi antarwarga. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal berbasis Islam Nusantara relevan dijadikan instrumen kultural yang berkelanjutan dalam membangun kohesi sosial masyarakat.
References
Astrid., Kartika, A., Yanti, D., Sari, M., & Hafizi, M. Z. (2025). Transformasi nilai tradisi Besaprah dalam budaya Sambas di era globalisasi. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 115–125. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.130
A’yuniyah, Q., Mahfud, A., & Muttakin, I. (2025). Islam Nusantara dalam kerukunan umat beragama. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(2), 259–268. https://doi.org/10.61132/karakter.v2i2.592
Ayu, N. A. C., & Bela, L. S. (2023). Perubahan pola pikir generasi muda terhadap budaya tradisional Indonesia dalam perspektif global. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 3(3), 26–31. https://doi.org/10.69957/tanda.v3i03.1884
Elyas, T., Zaini, H., & Irman. (2026). Konsep ukhuwah Islamiyah dalam Al-Qur'an sebagai landasan bimbingan sosial: Kajian tafsir tematik. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 453–462. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.503
Fathoni, T. (2024). Peran teori sosial Émile Durkheim dalam pengembangan pendidikan agama Islam (perspektif solidaritas sosial dan integrasi masyarakat). Al-Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 1654–1668. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6403
Fathurrahman, L. (2025). Konsep pendidikan anak dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Ghazali. Bandung Conference Series: Islamic Education, 5(2), 1–8. https://doi.org/10.29313/bcsied.v5i2.21338
Fauziyah, N. K., Azaria, D. L., & Khainuddin. (2024). Konsep pemikiran Tazkiyatun Nafs oleh Ibnu Taimiyah dan relevansinya dengan pendidikan karakter. Spiritualita, 8(2), 159–169. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i2.2316
Fauziyyah, F., & Rusmana, D. (2022). Analisis isi Serat Pepali karya Ki Ageng Selo dan manfaatnya untuk generasi masa kini. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 19(1), 62–75. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18118
G. W., D. I. A., & Taqna'in. (2023). Kohesi sosial dalam perspektif hadis nabawi dan pengaruhnya terhadap stabilitas negara. AL-Atsar: Jurnal Ilmu Hadits, 1(2), 196–210. https://doi.org/10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.501
Indrawardana, I. (2013). Kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan dengan lingkungan alam. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i1.2390
Karima, A., & Hamzah, A. A. (2026). Konsep keteladanan sebagai alat pendidikan Islam dalam pembentukan akhlak: Studi kepustakaan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 642–648. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.35943
Lubis, A. F. (2025). Peran kearifan lokal dalam memperkuat kohesi sosial di komunitas pedesaan di Indonesia. Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.58812/sish.v3i01.722
Mazid, S., Prasetyo, D., & Farikah. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 249–262. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.34099
Mustarom, N., Sugiyo., Mulyo, A. M. T., & Murtagh, B. (2025). Values of character education from the perspective of Serat Pepali Ki Ageng Selo Grobogan. Jurnal Asy-Syukriyyah, 26(2), 265–280. https://doi.org/10.36769/asy.v26i2.1188
Nasrullah, A. R., & Kosasih, A. (2019). Substansi dan metodologi filologi dalam naskah kumpulan mantera. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 9(2), 281–330. https://doi.org/10.37014/jumantara.v9i2.253
Nasution, M., Ainun, N., & Nurul Zahriani Jf. (2022). Pengabdian dan pengajaran sebagai hakikat pendidik dalam pendidikan Islam. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 22–26. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v1i1.32
Rahmawati., Mastorat., Immaduddin, M. A., & Jufri. (2024). Implementasi nilai persatuan melalui gotong royong: Pengabdian masyarakat dalam pemeliharaan kebersihan musholla dan kuburan di Desa Talapiti, Kabupaten Bima. Praksis: Jurnal Pendidikan, Budaya, dan Literasi, 1(2), 96–104. https://doi.org/10.71260/jpal.v1i2.71
Ridho, A. (2018). Internalisasi nilai pendidikan ukhuwah Islamiyah, menuju perdamaian (shulhu) dalam masyarakat multikultural perspektif hadis. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(2), 1–20. https://doi.org/10.24127/att.v1i02.848
Said, H. A., Sobariyah, L., & Madina, S. (2020). Harmonization of culture and religion: Comparison of Baduy and Nahdlatul Ulama traditions. Al-Ulum, 20(2), 387–406. https://doi.org/10.30603/au.v20i2.2034
Salsabila, M., Ardiyani, D., Mahendra, I. W., Normalia, R. P., Nugraha, M. E., & Kharima, N. (2024). Kohesi sosial antar jamaah masjid Hidayatul Islam di Desa Margamukti. Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(3), 1880–1888. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.789
Simanjuntak, A. S. H., & Chintia, Y. (2022). Local wisdom untuk solusi masyarakat global. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 1(2), 72–77. https://doi.org/10.55606/jurrish.v1i2.151
Sumitro, S., Oruh, S., Kamaruddin, S. A., & Agustang, A. (2022). Solidaritas sosial komunitas masyarakat nelayan Pulau Liukang Loe di Desa Bira. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(3), 490–499. https://doi.org/10.23887/jish.v11i3.46128
Surya, J. P., Purwanto, V. G., Kushandojo, A. H., Wijaya, W. A. N., Lofiandy, N. G., & Dewi, I. C. (2026). Relasi sosio-kultural masyarakat dan pelestarian warisan di Kampung Peneleh: Studi kasus kualitatif. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 8440–8448. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4929
Ubaidah, H. H. (2025). Perspektif Islam terhadap pendidikan dan kemasyarakatan: Sebuah kajian komprehensif. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(2), 718–735. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i2.7044
Ulandari, T., Arifin, M. B., & Rijal, S. (2022). Pemali dalam budaya masyarakat etnik Sunda di Kota Samarinda: Tinjauan semiotika. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 6(1), 137–154. https://doi.org/10.30872/jbssb.v6i1.5270
Wijayanti, D., & Sugianti. (2025). Filsafat ilmu dalam perspektif pendidikan Islam. PENDIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.61721/pendis.v4i1.401
Wismanjaya, H., & Yuningsih, S. (2025). Kajian pustaka menurunnya nilai-nilai budaya pada remaja. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 52–66. https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v12i1.47181
