Adopsi Pembayaran Digital di Pedesaan
Perubahan Prilaku Finansial dan Tantangan Inklusi Keuangan
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjeb.v5i1.734Keywords:
inklusi keuangan, literasi digital, pembayaran digital, perilaku keuangan, masyarakat desaAbstract
This study examines the adoption of digital payment systems in rural communities and its impact on financial behavior, using Pekalongan Village, East Lampung Regency, as a case study. A mixed-methods approach was employed to provide a comprehensive analysis. Quantitative data from a survey were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data from in-depth interviews were used to enrich the empirical findings. The results reveal that digital payment adoption in rural areas has not yet reached the level of a daily habit. Perceived ease of use, usefulness, trust, digital literacy, and infrastructure access significantly and positively influence adoption. Furthermore, the integration of digital payments contributes to improved financial behavior, specifically in transaction record-keeping, expenditure control, and saving practices. These findings underscore the critical role of digital infrastructure and literacy as prerequisites for sustainable financial inclusion. Theoretically, this research bridges the gap between technology adoption and behavioral finance in a rural context, providing strategic implications for policymakers to foster a more inclusive digital economy.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi sistem pembayaran digital pada masyarakat pedesaan serta dampaknya terhadap perilaku keuangan, dengan studi kasus di Desa Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) untuk memberikan analisis yang komprehensif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkaya temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital di wilayah pedesaan belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Faktor persepsi kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, literasi digital, serta akses infrastruktur terbukti berpengaruh positif terhadap adopsi sistem tersebut. Lebih lanjut, penggunaan pembayaran digital berkontribusi pada perbaikan perilaku keuangan masyarakat, khususnya dalam hal pencatatan transaksi, pengendalian pengeluaran, dan pola menabung. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi merupakan prasyarat utama dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan di pedesaan. Secara teoretis, penelitian ini menghubungkan antara adopsi teknologi dengan keuangan keperilakuan, serta memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam mempercepat ekonomi digital yang inklusif.
References
Addy, P. (2024). Digital trust and mobile banking usage behavior. Journal of Retailing and Consumer Services, 76.
Alliance for Financial Inclusion. (2022). Digital financial inclusion framework. Diperoleh dari https://www.afi-global.org/
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2023). Survei penetrasi dan perilaku internet masyarakat Indonesia tahun 2023. Diperoleh dari https://apjii.or.id/survei
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Hanifah, S. (2025). Determinan adopsi QRIS di wilayah pedesaan berbasis UTAUT. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 6(1), 31–46.
Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect theory: An analysis of decision under risk. Econometrica, 47(2), 263–291.
McKnight, D. H., Choudhury, V., & Kacmar, C. (2002). Developing and validating trust measures for e-commerce. Information Systems Research, 13(3), 334–359.
Muchtar, R. (2024). Analisis penerimaan QRIS menggunakan Technology Acceptance Model. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 11(2), 145–158.
Narula, S. (2023). Trust and mobile payment adoption in emerging economies. Journal of Financial Services Marketing, 28, 112–126.
Paramita, E. D., & Cahyadi, E. R. (2024). The determinants of behavioral intention and use behavior of QRIS as digital payment method using extended UTAUT model. Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship, 10(1), 132. https://doi.org/10.17358/ijbe.10.1.132
Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2023). Adopsi pembayaran digital dan implikasinya terhadap perilaku transaksi masyarakat perkotaan di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 25(2), 145–158.
Ramayanti, D. (2025). Faktor yang memengaruhi minat penggunaan e-wallet di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 4(1), 22–35.
Setiawan, B., & Yuliani, T. (2022). Hambatan inklusi keuangan digital di wilayah pedesaan. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 26(3), 487–501.
Shefrin, H. (2020). Beyond greed and fear: Understanding behavioral finance. Boston, MA: Harvard Business School Press.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heru Irawan, Bram Aprizon P Senima, Mukti Sasongko, Maria Septijantini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

