Dehumanisasi dan Krisis Spiritualitas di Media Sosial
Analisis Hermeneutik Surah Al-Ḥujurāt Ayat 11 dalam Tafsir Al-Mishbah
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjrs.v5i1.716Keywords:
dehumanisasi, etika digital, hermeneutika, krisis spiritualitas, media sosialAbstract
This study examines Surah al-Ḥujurāt verse 11 through an analysis of Quraish Shihab’s interpretation in Tafsir al-Mishbah to critically understand the phenomena of dehumanization and the crisis of spirituality in social media. In contrast to previous studies that tend to focus on normative social ethics or thematic analyses without deeply engaging with digital communication practices, this research offers a conceptual enrichment through a hermeneutical approach that connects the textual horizon, the interpretive process, and contemporary digital realities. Employing a qualitative library-based method, the study analyzes the structure of exegetical argumentation and its ethical-spiritual implications for online interaction. The findings indicate that the verse provides a value framework that functions transformatively in shaping social relations, particularly within digital spaces prone to bullying, hate speech, labeling, and polarization. Quraish Shihab’s interpretation emphasizes the importance of self-discipline, moral sensitivity, and public responsibility as guiding principles of communication. The hermeneutical refinement in this study demonstrates an operational linkage between Qur’anic messages and digital phenomena, ensuring that ethical prohibitions do not remain merely normative but serve as critical guidelines for fostering a more humane culture of interaction. The primary contribution of this study lies in formulating a framework of “Qur’anic digital ethics,” which expands the discourse on Islamic digital literacy while offering a conceptual basis for addressing dehumanization and the crisis of spirituality in the era of social media.
Studi ini mengkaji Surah al-Ḥujurāt ayat 11 melalui pembacaan atas penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah untuk memahami secara kritis gejala dehumanisasi dan krisis spiritualitas di media sosial. Dibandingkan penelitian sebelumnya yang lebih berhenti pada uraian etika sosial atau analisis tematik tanpa menghubungkannya secara mendalam dengan praktik komunikasi digital, penelitian ini menawarkan pengayaan konseptual melalui pendekatan hermeneutik yang menautkan horizon teks, proses penafsiran, dan realitas digital kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis terhadap bangunan argumentasi tafsir serta implikasi etik-spiritualnya bagi interaksi daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat tersebut menghadirkan kerangka nilai yang bekerja secara transformatif dalam menata relasi sosial, terutama pada ruang digital yang rentan terhadap praktik perundungan, ujaran kebencian, pelabelan, dan polarisasi. Penafsiran Quraish Shihab menegaskan pentingnya disiplin diri, kepekaan moral, dan tanggung jawab publik sebagai orientasi komunikasi. Penajaman hermeneutik dalam penelitian ini memperlihatkan keterkaitan operasional antara pesan Qur’ani dan fenomena digital, sehingga larangan etis tidak berhenti pada level normatif, tetapi berfungsi sebagai pedoman kritis untuk membangun budaya interaksi yang lebih manusiawi. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada perumusan kerangka “akhlak digital Qur’ani” yang dapat memperluas diskursus literasi digital keislaman sekaligus menawarkan basis konseptual untuk merespons dehumanisasi dan krisis spiritualitas pada era media sosial.
References
Ahmad, M. (2020). Analisis tafsir Quraish Shihab tentang Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11 dan 12. Jurnal Studi Al-Qur'an, 16(1), 1–15.
Al-Dhahabi, M. H. (2000). Al-tafsīr wa al-mufassirūn (Vol. 1). Cairo, Egypt: Maktabah Wahbah.
Al-Farmawī, A. H. (1997). Al-bidāyah fī al-tafsīr al-mawḍū‘ī. Cairo, Egypt: Al-Hadārah.
Al-Ghazālī, A. H. (n.d.). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn (Vol. 3). Beirut, Lebanon: Dār al-Ma‘rifah.
Al-Ghazālī, A. H. (2011). Iḥyā’ ‘ulūm al-dīn (Vol. 3). Beirut, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Qurṭubī. (2006). Al-jāmi‘ li aḥkām al-Qur’ān (Vol. 16). Beirut, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Rāzī, F. al-D. (n.d.). Al-tafsīr al-kabīr (Vol. 30). Beirut, Lebanon: Dār al-Fikr.
Al-Ṭabarī. (2001). Jāmi‘ al-bayān fī ta’wīl al-Qur’ān (Vol. 22). Cairo, Egypt: Dār Hijr.
Al-Wāhidī. (1991). Asbāb al-nuzūl. Beirut, Lebanon: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Bagir, Z. A. (2020). Spiritual crisis in the digital age. Journal of Islamic Ethics, 5(2), 87–90.
Departemen Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta, Indonesia: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Fatimah, S. (2019). Penggunaan media sosial dan dehumanisasi. Jurnal Komunikasi dan Media, 13(2), 1–10.
Hamka. (2016). Tasawuf modern. Jakarta, Indonesia: Republika.
Hikmah, N. (2024). Empati digital sebagai fondasi etika bermedia. Jurnal Paedagogy P4I, 4(2).
Ibn ‘Āsyūr. (1984). Al-taḥrīr wa al-tanwīr (Vol. 26). Tunis, Tunisia: Dār Sahnūn.
Kholifah, S. (2021). Internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan akhlak untuk meningkatkan literasi digital peserta didik (Unpublished master’s thesis). UIN Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia.
Kominfo RI. (2024). Siaran pers Nomor 02/HM/KOMINFO/01/2024 tentang penanganan hoaks. Jakarta, Indonesia: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Los Angeles, CA: Sage Publications.
Kurtz, L. (2015). Media dan spiritualitas. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.
Nasr, S. H. (2002). Islam and the plight of modern man. Chicago, IL: ABC International.
Nasrullah, R. (2020). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Jakarta, Indonesia: Prenadamedia.
Nurhayati, N. (2022). Media sosial dan degradasi akhlak. JIC Nusantara, 3(1).
Piliang, Y. A. (2018). Trans-politik: Media, budaya, dan dehumanisasi. Yogyakarta, Indonesia: Jalasutra.
Pratiwi, F., & Rohmiyati, Y. (2023). Ujaran kebencian di media sosial. Discourse: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 205–218.
Ramli. (2018). Etika dan moral dalam perspektif Islam. Jakarta, Indonesia: Rajawali Pers.
Rizki, M. (2018). Penafsiran Quraish Shihab tentang Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11 dan 12. Jurnal Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an, 12(1), 1–12.
Said, E. (2022). Media, politik, dan kekuasaan. Jakarta, Indonesia: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah (Vol. 12). Jakarta, Indonesia: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2005). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 12). Jakarta, Indonesia: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2007). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir maudhu‘i atas pelbagai persoalan umat. Bandung, Indonesia: Mizan.
Smith, D. L. (2011). Less than human: Why we demean, enslave, and exterminate others. New York, NY: St. Martin’s Press.
Tempo.co. (2023, July 17). Megawati Hangestri jadi korban body shaming di media sosial. Tempo.co.
Turkle, S. (2011). Alone together. New York, NY: Basic Books.
Watt, W. M. (1953). Muhammad at Mecca. Oxford, England: Clarendon Press.
Wright, J. T., & Player, L. D. (2018). Dehumanization in social context. Cambridge, England: Cambridge University Press.


