Pengaruh Akuntansi Forensik, Skeptisisme Profesional, dan Red Flag terhadap Pendeteksian Fraud
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjeb.v5i1.747Keywords:
akuntansi forensik, auditor, pendeteksian fraud, red flag, skeptisisme profesionalAbstract
Financial statement fraud remains a critical challenge that can undermine public trust in the accounting and auditing professions. This study aims to examine and analyze the influence of forensic accounting, professional skepticism, and red flags on fraud detection. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires distributed to auditors at Public Accounting Firms (KAP) in Makassar, selected via purposive sampling. Hypotheses were tested using multiple linear regression analysis. The results indicate that forensic accounting, professional skepticism, and red flags have a positive and significant effect on the effectiveness of fraud detection. Theoretically, this research strengthens the synthesis of GONE Theory and Attribution Theory in explaining the fraud detection process within an investigative audit context. Practically, these findings provide a strategic reference for Public Accounting Firms in formulating auditor capacity-building strategies to be more systematic, critical, and evidence-based in detecting fraud.
Kasus kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) tetap menjadi tantangan serius yang berpotensi mendegradasi kepercayaan publik terhadap profesi akuntan dan auditor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh akuntansi forensik, skeptisisme profesional, dan red flag terhadap pendeteksian fraud. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Makassar. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi forensik, skeptisisme profesional, dan red flag berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pendeteksian fraud. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat sintesis Teori GONE dan Teori Atribusi dalam menjelaskan mekanisme pendeteksian kecurangan pada konteks audit investigatif. Secara praktis, temuan ini memberikan rujukan strategis bagi KAP dalam mengoptimalkan kapasitas auditor agar lebih sistematis, kritis, dan berbasis bukti dalam mengidentifikasi indikasi kecurangan.
References
ACFE. (2019). Survei Fraud Indonesia. Jakarta: ACFE Indonesia Chapter.
Achmad, F., & Galib, S. (2022). Pengaruh Red flags, Independensi, dan Skeptisme Profesional terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Fraud. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 10(2), 379–392. https://doi.org/10.37641/jiakes.v10i2.1420
Anthony, C. A., Gaol, W. N., Purba, H. N., Raudina, H. C., & Maulana, A. (2023). Peran Audit Internal dalam Pengendalian Fraud di Era Digital. Accounting Student Research Journal, 2(1), 31–45. https://doi.org/10.62108/asrj.v2i1.5332
Bologna, G. J., Lindquist, R. J., & Wells, J. T. (1993). The accountant’s handbook of fraud and commercial crime (3rd ed.). New York, NY: John Wiley & Sons.
Christian, N., & Julyanti, L. (2022). Analisis Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 6(2), 153–165. https://doi.org/10.31955/mea.v6i2.1982
Christian, N., & Resnika. (2022). Penggunaan Teknik Akuntansi Forensik dalam Pendeteksian dan Pencegahan Occupational Fraud: Kajian literatur. Jurnal Maneksi, 11(1), 287–299. https://doi.org/10.31959/jm.v11i1.1077
Detikcom. (2024). Memahami Kasus Korupsi Timah yang Timbulkan Kerugian Lingkungan Rp 271 T. Detik.com. https://news.detik.com/berita/d-7271875/memahami-kasus-korupsi-timah-yang-timbulkan-kerugian-lingkungan-rp-271-t
Dwi, W. N., Aji, K., Kesumo, N., & Akurasi, W. 2024. Pengaruh Kompetensi Auditor, Penggunaan Analitik Big Data, dan Penggunaan Forensik Digital treerhadap Kualitas Audit Investigatif. Akurasi: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 6(2), 163–180. https://doi.org/10.36407/akurasi.v6i2.1232
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gizta, A. D. (2020). Pengaruh Red flag dan Pelatihan terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Fraud dengan Skeptisisme Profesional sebagai Variabel Intervening. Jurnal Economic, Accounting, Scientific (CASH), 1(2), 11–22. https://doi.org/10.52624/cash.v3i02.1108
Humam, H., Ardini, L., & Kurnia, K. (2020). Efektivitas Sistem Pengendalian Intern dalam Mencegah Kecurangan di Perusahaan Daerah. Jurnal Equity, 23(2), 151–166. http://dx.doi.org/10.34209/equ.v23i2.2084
Indonesia Corruption Watch (ICW). (2021). Laporan Eksaminasi Jiwasraya. https://antikorupsi.org/id/article/eksaminasi-putusan-jiwasraya
Institut Akuntan Publik Indonesia. (2025). Direktori Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik Tahun 2025. Jakarta: IAPI.
Kumaat, V. G. (2011). Internal audit. Jakarta: Erlangga.
Kuntadi, C., Septiani, A. K., & Adawiyah, R. (2022). Pengaruh akuntansi forensik, independensi, dan pengalaman audit terhadap deteksi fraud. Journal of Comprehensive Science, 1(4), 504–509. https://doi.org/10.59188/jcs.v1i4.78
Lestari, P., Ariesanti, A., & Fachrudin, K. 2024. Pengaruh Tekanan Waktu, Red flag, dan Skeptisisme Profesional Audit Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan. Journal of Management, 7(3), 147–156. https://doi.org/10.37531/yum.v7i3.7104
Luthans, F., Luthans, B. C., & Luthans, K. W. (2015). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (13th ed.). IAP.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024, 18 Maret). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 Tahun 2024 tentang Pengawasan dan Audit Efektif untuk Deteksi Kecurangan.
Pamungkas, W., & Jaeni, (2022). Pengaruh Akuntansi Forensik, Audit Investigatif, Independensi, dan Skeptisisme Profesional terhadap Pengungkapan Fraud (Studi pada BPKP Perwakilan Jawa Tengah). Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi, 15(1), 99–109. https://doi.org/10.51903/kompak.v18i2
Rahayu, N., & Suryanawa, I. 2020. Pengaruh Independensi, Profesionalisme, Skeptisme Profesional, Etika Profesi dan Gender Terhadap Kualitas Audit Pada KAP di Bali. E–Jurnal Akuntansi, 30(3), 686–696. https://doi.org/10.24843/EJA.2020.v30.i03.p11
Rahmawati, A., Simorangkir, P., & Ginting, R. (2021). Pengaruh Akuntansi Forensik, Skeptisme Profesional, dan Pengalaman Audit terhadap Deteksi Fraud. Jurnal Akunida, 7(2), 113–122. https://doi.org/10.30997/jakd.v7i2.4542
Ramadhan, M., & Mulyati. 2022. Optimalkah Proses Audit Forensik dan Investigasi Selama Covid–19? Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13(2), 263–276. https://doi.org/10.21776/ub.jamal.2022.13.2.20
Rustiarini, N., Suryandari, A., & Nova, I. 2016. Red flag and Fraud Prevention on Rural Banks. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 19(2), 177–206. https://dx.doi.org/10.18202/jamal.2014.12.5025
Saputra, E., Sutrisno, C., & Nirbita, B. (2021). Akuntansi Forensik (B. A. S. Arianto, Ed.). Eureka Media Aksara, hlm. 74–75.
Saputra, F., Muchlish, M., & Bastian, E. (2024). Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit report lag dengan reputasi KAP sebagai variabel moderasi. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 3(1), 67–78. https://doi.org/10.58344/locus.v3i1.2421
Sari, Y. (2021). Apakah Skeptisisme Profesional, Kompleksitas Tugas, dan Teknik Audit Berbantuan Komputer Berdampak terhadap Kualitas Audit? Ultimaccounting: Jurnal Ilmu Akuntansi, 13(2), 238–256. https://doi.org/10.31937/akuntansi.v13i2.2221
Sayyid, A. (2013). Fraud dan akuntansi forensik: Upaya minimalisasi kecurangan dan rekayasa keuangan. Jurnal Studi Ekonomi, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.18592/TARADHI.V4I1.94
Subiyanto, B., Digdowiseiso, K., & Mandasari, N. (2022). Pengaruh Pengalaman Kerja, Skeptisisme Profesional, dan Tipe Kepribadian Terhadap Kemampuan Auditor dalam Mengungkapkan Kecurangan (Fraud). Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 4(6), 2609–2620. https://doi.org/10.32670/fairvalue.v4i6.1152
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. ke-19). Bandung: Alfabeta.
Tuanakotta, T. M. (2023). Akuntansi forensik dan audit investigatif. Jakarta: Salemba Empat.
Vitriany, U., & Ardini, L. (2024). Audit Evidence: Mampukah Mengungkap fraud? Jurnal Bisnis Perspektif, 16(1), 53–63. https://doi.org/10.37477/bip.v16i1.508
Utami, A. P., Vinalia, N., Febriyan, I., Putra, B. G., & Manurung, H. 2023. Peran Audit Internal Atas Kualitas Pemeriksaan Laporan Keuangan Yang Dilakukan Oleh Audit Eksternal Pada Sebuah Perusahaan. Jurnal Riset Ilmu manajemen Bisnis dan Akuntansi, 2(1), 54–63. https://doi.org/10.61132/rimba.v2i1.535
Zakaria, F., Oktoriza, L. A., Setyahuni, S., & Anandita, R. (2023). Pengaruh Pemahaman Red flag Terhadap Deteksi Kecurangan dengan Pengalaman Auditor sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Auditing, 4(1), 195–204. https://doi.org/10.56696/jaka.v4i1.8304
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zaskia Febrina Ananda Kusminarto, Amiruddin, Sri Sundari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

