From Morality to the Body

Questioning the Reorientation of Rape in the Indonesian Criminal Code

Authors

  • Zulfiqar Bhisma Putra Rozi Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia
  • Kartika Youri Widodo Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjls.v5i1.850

Keywords:

Indonesian Criminal Code, legal anthropology, legal classification, rape, victim protection

Abstract

This study examines the paradigm shift in the legal classification of rape under the Indonesian Criminal Code, particularly its reclassification from a crime against morality under Article 285 of the former Criminal Code to a crime against the body under Article 473 of the new Criminal Code. It investigates whether this reclassification is theoretically justified and examines its implications for the legal protection of rape victims. Employing normative legal research, the study combines statutory, conceptual, and comparative approaches to analyze the formulation of rape in both criminal codes. The findings reveal that although the new classification strengthens the protection of victims by recognizing rape as an offense against bodily interests, it does not fully reflect the normative essence of rape within the Indonesian legal and socio-cultural context. From a conceptual and anthropological perspective, rape constitutes not only a violation of bodily integrity but also an assault on personal dignity, honor, and the moral values upheld by society. Accordingly, classifying rape solely as a crime against the body risks narrowing its legal meaning and overlooking its broader moral and social dimensions. The study therefore argues for a more integrative legal approach that protects both bodily integrity and the victim's moral dignity in the future development of Indonesian criminal law.

Penelitian ini mengkaji pergeseran paradigma dalam klasifikasi hukum tindak pidana perkosaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia, khususnya perubahan dari tindak pidana terhadap kesusilaan sebagaimana diatur dalam Pasal 285 KUHP Lama menjadi tindak pidana terhadap tubuh sebagaimana diatur dalam Pasal 473 KUHP Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah reklasifikasi tersebut memiliki dasar teoretis yang memadai serta implikasinya terhadap perlindungan hukum bagi korban perkosaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif untuk menganalisis pengaturan tindak pidana perkosaan dalam kedua kodifikasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun klasifikasi baru memperkuat perlindungan korban dengan menempatkan perkosaan sebagai tindak pidana terhadap tubuh, pengaturan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan hakikat normatif tindak pidana perkosaan dalam konteks hukum dan sosial budaya Indonesia. Dari perspektif konseptual dan antropologis, perkosaan tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap tubuh, tetapi juga merupakan serangan terhadap martabat, kehormatan, dan nilai-nilai moral masyarakat. Oleh karena itu, penggolongan perkosaan semata-mata sebagai tindak pidana terhadap tubuh berpotensi mempersempit makna hukumnya serta mengabaikan dimensi moral dan sosial yang melekat pada tindak pidana tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan hukum yang lebih integratif untuk melindungi integritas tubuh sekaligus martabat korban dalam pengembangan hukum pidana Indonesia.

References

Abdul Wahid, & Muhammad Irfan. (2001). Perlindungan terhadap korban kekerasan seksual: Advokasi atas hak asasi perempuan. Bandung, Indonesia: PT Refika Aditama. Retrieved from https://lib.ui.ac.id/detail?id=20132422&lokasi=lokal

Agustina, A., & Purnomo, S. (2024). Tindak pidana kesusilaan di media sosial. Legal Spirit, 8(1), 35–44. https://doi.org/10.31328/ls.v7i2.5047

Aldino, H., & Krisna, L. A. (2023). Pemidanaan pelaku kekerasan seksual menurut pandangan peradilan pidana. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 18(Khusus), 183–196. https://doi.org/10.33059/jhsk.v18iKhusus.8196

Anggraini, S. D., Akli, Z., & Sumiadi, S. (2025). Analisis perbandingan pengaturan tindak pidana perzinahan dalam KUHP lama dan KUHP baru (Undang-Undang No. 1 Tahun 2023). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 8(3). https://doi.org/10.29103/jimfh.v8i3.21965

Angrayni, L. (2014). Pengantar ilmu hukum. Pekanbaru, Indonesia: Suska Press.

Antony, & Situmeang, A. (2025). Dari kolonial ke konstitusional: Dekolonialisasi hukum pidana Indonesia dengan KUHP Nasional. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 23, 141–148.

Azam, M. A. (2023). Legal interpretations of women, rape & Criminal Law (Amendment) Act, 2013. Research and Analysis Journal, 6(1), 16–22. https://doi.org/10.18535/raj.v6i1.385

Bintoro, A. M., & Simangunsong, F. (2023). Pertanggung jawaban tindak pidana pelaku pemerkosaan sesama jenis (homoseksual) dalam perspektif hukum pidana. Journal Evidence of Law, 2(3), 135–143. https://doi.org/10.59066/jel.v2i3.385

Cong, Y. (2025). Research on the gender-neutralization of rape crime. Literature Language and Cultural Studies, 2(2), 55. https://doi.org/10.63313/LLCS.9076

D, L. P. T., Sa’it, A., Dewi, I. O., Wijaya, L. R. S., & Ristanti, Y. (2020). Gender stereotype in the formulation of crime of rape: A comparison of Criminal Code and Draft Criminal Code. Unram Law Review, 4(2), 174–183. https://doi.org/10.29303/ulrev.v4i2.104

Darmawan, I., Nugraha, R. S., & Sihombing, A. L. (2024). The development of punishment in Indonesian criminal law. Jurnal Akta, 11(4), 1198–1212. https://doi.org/10.30659/akta.v11i4.41309

Dinar Mahardika, & Erwin Aditya Pratama. (2020). Perlindungan hukum terhadap korban perkosaan dalam perspektif psikologi hukum. Yogyakarta, Indonesia: Tanah Air Beta.

Djawie, M. F. A. S., & Pakan, V. D. (2023). Higher education and sexual violence: Affirming the rights of victims in Indonesian legal system. Law Research Review Quarterly, 9(3), 317–342. https://doi.org/10.15294/lrrq.v9i3.65950

Faturohman, Afifah, H., & Sari, M. (2024). Perlindungan hak asasi manusia (HAM) terhadap wanita yang menjadi korban pemerkosaan dan tindak pidana pemerkosaan. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 1(2), 34–48. https://doi.org/10.62383/humif.v1i2.78

Franjić, S. (2021). Criminological aspects of rape. Forensic Science Today, 7(1), 001–005. https://doi.org/10.17352/fst.000021

Ilhami, A. N., & Leksono, A. B. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban yang mengalami peristiwa kekerasan seksual dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Ilmiah Publika, 10(2), 398–406. https://doi.org/10.33059/publika.v10i2.7836

Kristiani, M. D. (2014). Kejahatan kekerasan seksual (perkosaan) ditinjau dari perspektif kriminologi. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 3(3). https://doi.org/10.24843/JMHU.2014.v03.i03.p02

Lala, A., Suparman, E., Purnawan, A., & Abdullah, A. (2023). Sexual violence on women in the view of legal and human rights in Indonesia. International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science, 4(2), 596–600. https://doi.org/10.38142/ijesss.v4i2.539

Lambang, R. B. D., & Wahyuningsih, S. E. (2025). Legal protection for victims of sexual violence evaluation of the implementation of the law on sexual violence crimes. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 20(2), 1128–1145. https://doi.org/10.30659/jhku.v20i2.46186

Lestari, E. D., S, A. A. S. G., & Noor, R. S. (2025). Sexual violence crimes and legal protection for victims: Law Number 12 of 2022 on sexual violence crimes and the reality of handling sexual violence cases in Indonesia. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4683–4694. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2196

Lidinillah, E. (2025). Reframing violence: A philosophical comparison of physical and non-physical sexual violence in Indonesian criminal law. El-Aqwal: Journal of Sharia and Comparative Law, 123–138. https://doi.org/10.24090/el-aqwal.v4i2.14012

Mintarsih, M., & Mahdami, L. (2021). The legal status of Mut’ah marriage in Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(3), 397–408. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.397-408

Moise, A. E. (2023). Punishments in the crimes against patrimony matter. Technium Social Sciences Journal, 40, 644–648. https://doi.org/10.47577/tssj.v40i1.8591

Piha, O. (2024). My body is my temple? Comparing sexual crimes and property crimes in a human rights tradition. German Law Journal, 25(1), 1–16. https://doi.org/10.1017/glj.2023.97

Purwanti, A., Wijaningsih, D., & Mahfud, M. A. (2023). Reflection on Indonesian regulations regarding the prevention and enforcement of sexual violence online. In Proceedings of the 1st International Workshop on Law, Economics and Governance, IWLEG 2022, 27 July 2022, Semarang, Indonesia. Semarang, Indonesia: EAI. https://doi.org/10.4108/eai.27-7-2022.2326246

Rambe, R. F. A. K., Sihombing, M. A. A., & P, N. W. (2024). Implikasi perlindungan hak asasi manusia dalam hukum pidana. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 11(1), 24–31. https://doi.org/10.31289/jiph.v11i1.11182

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional.

Rinwigati, P. (2022). Defining rape in Indonesia: A never-ending struggle. In L. I. Nurtjahyo & M. A. Wicaksono (Eds.), Gender-based violence in South-East Asia: Policy in practice (pp. 51–68). Singapore: Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-981-19-2492-7_4

Rozi, Z. B. P. (2019). Perkembangan delik zina dalam yurisprudensi hukum pidana. Veritas et Justitia, 5(2), 286–301. https://doi.org/10.25123/vej.v5i2.3612

Rozi, Z. B. P. (2025). Pemidanaan terhadap pelaku kawin mut’ah (kawin kontrak) dari perspektif hukum Islam. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6), 252–286. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1287

Sabina, V., Prameswari, F., & Maychellina. (2023). The crime of rape: An analysis from the feminist legal theory perspective. Journal Equitable, 8(3), 389–406. https://doi.org/10.37859/jeq.v8i3.5812

Saputra, T., & Nugraha, Y. A. (2023). Criminal policy Lokika Sanggraha dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Iblam Law Review, 3(2), 72–78. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i2.132

Siregar, S., & Halomoan, P. (2023). Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana yang mengakibatkan kematian seseorang. Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi, 8(2), 176–189. https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v8i2.6279

Situmorang, S. (2023). Analysis of substantial criminal law studies. Enigma in Law, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.61996/law.v1i1.11

Slamet, H. S., Setiawati, E., & Kholifah, S. (2023). Rape culture in Indonesia | Wacana Journal of Social and Humanity Studies. Retrieved from https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/article/view/948

Sukma, D. P. (2025). Analisis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagai pembaharuan hukum nasional. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(8), 5315–5326. https://doi.org/10.53625/jirk.v4i8.10557

Sulaeman, M. M. (2010). Kekerasan terhadap perempuan. Bandung, Indonesia: PT Refika Aditama.

Susilowati, C. M. I., & Frans, M. P. (2024). Legal reform in addressing sexual violence in Indonesia: An analysis of the implementation of Law No. 12 of 2022 on sexual violence crimes. Revista Direito e Sexualidade, 183–202. https://doi.org/10.9771/rds.v6i2.63279

Tarigan, T. L. B., & Rosmalinda. (2025). Kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.70308/adagium.v3i1.55

Tiedemann, P. (2023). Human rights concerning the protection of physical and mental integrity. In P. Tiedemann (Ed.), Philosophical foundation of human rights (pp. 141–158). Cham, Switzerland: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-32292-1_8

Urbatsch, R. (2021). Physical formidability and acceptance of police violence. Evolution and Human Behavior, 42(5), 431–440. https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav.2021.03.008

Williams, L. M., & Toney, S. (2023). Rape and sexual assault. In Encyclopedia of Mental Health (3rd ed., pp. 24–35). Oxford, England: Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-91497-0.00165-X

Wirawan, V. (2024). Delik hukum dalam perspektif filsafat hukum islam. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 4, 2467–2476. https://doi.org/10.53626/bureau.v4i3.434

Yuningsih, H., Nurjaya, I. N., Djatmika, P., & Ruba’i, M. (2020). Philosophical foundation of chemical castration for offenders of sexual violence against children. Sriwijaya Law Review, 4(2), 62–78. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol4.Iss2.297.pp62-78

Zulfiko, R. (2022). Paradigma sexual consent dalam pembaharuan tindak pidana kekerasan seksual. Pagaruyuang Law Journal, 5(2), 104–122. https://doi.org/10.31328/plj.v5i2.3151

Downloads

Published

28-06-2026

Issue

Section

Articles