Orientasi Kebijakan Hukum Pidana terhadap Perzinaan dalam KUHP Indonesia

Analisis Perbandingan dengan Fiqh Islam, Hukum Arab Saudi, dan Hukum Mesir

Authors

  • Mohammad Sofi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang, Indonesia
  • Ahmad Izuddin Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59001/pjls.v5i1.847

Keywords:

analisis perbandingan, fiqh Islam, kebijakan hukum pidana, KUHP Indonesia, perzinaan

Abstract

The regulation of adultery in criminal law lies at the intersection of morality, religion, and the protection of the family institution. Differences in its regulation reflect varying criminal policy orientations regarding the legitimate scope of state intervention in private conduct. This article examines the criminal policy orientation governing adultery under Indonesia's Criminal Code through a comparative analysis with Islamic jurisprudence and the legal systems of Saudi Arabia and Egypt. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative law approaches. The findings demonstrate that differences in the regulation of adultery are shaped less by differences in legal systems or religious traditions than by divergent criminal policy orientations concerning the limits of state intervention in private conduct. Islamic jurisprudence and the legal system of Saudi Arabia treat adultery as an offense against public morality, thereby justifying broad state intervention, although the imposition of sanctions is constrained by stringent evidentiary requirements. By contrast, Egyptian law integrates moral values with the principles of modern criminal law by regulating adultery primarily as an offense affecting the family institution. In this context, Indonesia's Criminal Code retains the criminalization of adultery but limits its enforcement through a complaint-based offense (delik aduan), thereby positioning the protection of the family institution as the principal basis for criminal intervention. These findings indicate that Indonesia's criminal policy reflects a shift from safeguarding public morality toward limiting state intervention in the private sphere. This article contributes to the scholarship on criminal policy by demonstrating that models of adultery criminalization are shaped more by differing conceptions of the relationship between the state, morality, and privacy than by differences in legal traditions alone.

Pengaturan perzinaan dalam hukum pidana berada pada persinggungan antara moralitas, agama, dan perlindungan institusi keluarga. Perbedaan pengaturannya mencerminkan variasi orientasi kebijakan hukum pidana dalam menentukan batas legitimasi intervensi negara terhadap perilaku privat. Artikel ini bertujuan menganalisis orientasi kebijakan hukum pidana terhadap perzinaan dalam KUHP Indonesia melalui perbandingan dengan fiqh Islam serta hukum Arab Saudi dan Mesir. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pengaturan perzinaan lebih mencerminkan perbedaan orientasi kebijakan hukum pidana dalam menentukan batas intervensi negara terhadap perilaku privat daripada sekadar perbedaan sistem hukum atau tradisi keagamaan. Fiqh Islam dan praktik hukum Arab Saudi menempatkan perzinaan sebagai pelanggaran moral publik yang melegitimasi intervensi negara secara luas, meskipun penerapan sanksinya dibatasi oleh standar pembuktian yang ketat. Sebaliknya, hukum Mesir mengintegrasikan nilai-nilai moral dengan prinsip hukum pidana modern melalui pengaturan yang lebih berorientasi pada perlindungan institusi keluarga. Dalam konteks tersebut, KUHP Indonesia mempertahankan kriminalisasi perzinaan, tetapi membatasi penegakannya melalui mekanisme delik aduan, sehingga menempatkan perlindungan institusi keluarga sebagai dasar utama intervensi hukum pidana. Temuan ini menunjukkan bahwa orientasi kebijakan hukum pidana dalam KUHP Indonesia merepresentasikan pergeseran dari perlindungan moral publik menuju pembatasan intervensi negara dalam ranah privat. Dengan demikian, artikel ini memperkaya kajian kebijakan hukum pidana dengan menunjukkan bahwa pilihan model kriminalisasi perzinaan lebih ditentukan oleh orientasi hubungan antara negara, moralitas, dan hak privat daripada oleh perbedaan tradisi hukum semata.

References

Akbar, Khairil, & Efendi, Sumardi. (2024). Criminal Law And Human Rights: A Study On The Principle Of Human Rights Protection In Aceh Qanun No. 6 Of 2014 On Jinayat Law. Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 14(2), 197. https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v14i2.25541

Al Dalaien, Ahmad A., & Al Enizi, Ziad Kh. (2021). Women’s rights and nationality: a comparative study of Jordanian nationality law and CEDAW. Australian Journal of Human Rights, 27(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/1323238X.2021.1964330

Alfatdi, Azka Rasyad, Regita Cahyani, Inez Andriana, & Khusnannisa, Sabrina. (2022). Menelisik Lebih Dalam Pengaturan Tindak Pidana Perzinahan dalam RKUHP Melalui Berbagai Pandangan. Jurnal Studia Legalia, 3(01). https://doi.org/10.61084/jsl.v3i01.21

Asqalani, Ibnu Hajar. (2021). Fathul Baari Penjelasan Kitab Shahih Bukhari (Syekh Abdul Aziz Abdullah Bin Baz, ed.). Pustaka Azzam.

Elkahwagy, Ahmed. (2022). Criminal Law (Egypt). Yearbook of Islamic and Middle Eastern Law Online, 21(1), 93–98. https://doi.org/10.1163/22112987-12340011

Febriansah, Rido, Jasson, Royan, Pratama, Rizky, Noveri, Irsadanus, & Syamsiah, Syamsiah. (2025). Advokasi Hukum Keluarga Islam Hukum Nikah Siri Tinjauan Yuridis dan Implikasi Sosial. CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, 2(7), 1010–1020. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i7.1463

Fernando, Zico Junius, Wulandari, Sri, & Putra, Panca Sarjana. (2023). Potential Overcriminalization in Religious Offenses: A Critical Analysis Of The Formulation Of The New National Criminal Code (Law 1 Number 2023). Jurnal HAM, 14(3), 205. https://doi.org/10.30641/ham.2023.14.205-216

Ghufron, Muhammad, & Sanusi, Ahmad. (2022). Ijtihad Progresif Mahmud Syaltut tentang Hukum Pidana Islam dan Perbandingannya dengan Madzhab-Madzhab Fiqih. Al-Jinayah Jurnal Hukum Pidana Islam, 8(2), 214–243. https://doi.org/10.15642/aj.2022.8.2.214-243

Hamidah Wahyu Putri Nagari, & Ghoniyah Zulindah Maulidya. (2023). Tinjauan Hukum Pidana di Negara Indonesia, Islam, dan Arab Saudi Mengenai Kejahatan Terhadap Nyawa. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(7), 2031–2041. https://doi.org/10.56799/jim.v2i7.1817

Hj. Khusnul Hitaminah, & Muhammad Zainal. (2022). Studi Komparasi Dan Analisis Terhadap Tindak Pidana Kesusilaan Zina, Pemerkosaan Dan LGBT Dalam Perspektif KUHP Dan RKUHP 2015. Justness : Jurnal Hukum Politik Dan Agama, 1(1), 84–112. https://doi.org/10.61974/justness.v1i1.4

Ikram, Laroui. (2024). Criminal Protection Of The Marital Relationship Between Algerian And Egyptian Legislation “The Crime Of Adultery Of One Of The Spouses As A Model". Russian Law Journal, 12(2), 2187–2195. Retrieved From Laroui Ikram Criminal Protection Of The Marital Relationship Between Algerian And Egyptian Legislation “The Crime Of Adultery Of One Of The Spouses As A Model” // Russian Law Journal. 2024. №2. URL: https://cyberleninka.ru/article/n/criminal-protection-of

Jaffal, Zeyad, Shawabkeh, Faisal, & Al Obeidi, Ali Hadi. (2022). Toward constructive harmonisation of Islamic family law and CEDAW: a study on the UAE’s reservation to CEDAW Article 16 and equal rights to marriage and family relations. Australian Journal of Human Rights, 28(1), 139–162. https://doi.org/10.1080/1323238X.2022.2122689

Januario, Ridwan Angga, Sj, Fadil, & Thoriquddin, Moh. (2022). Hakikat Dan Tujuan Pernikahan Di Era Pra-Islam Dan Awal Islam. JURNAL AL-IJTIMAIYYAH, 8(1), 1. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.11007

Kamila, Maulida Zahra. (2022). Hukum Keluarga Di Saudi Arabia. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 2(2), 133–146. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14328

Muhammad Arafat, & Asmuni. (2025). Implementation of Maqashid al-Syariah in Islamic Criminal Law in Muslim Countries: A Comparative Study in Saudi Arabia, Iran, Malaysia, and Indonesia. AL-SULTHANIYAH, 14(1), 45–68. https://doi.org/10.37567/al-sulthaniyah.v14i1.3577

Muttaqien, Muhammad Ridho, & Kemala, Anyelir Puspa. (2023). Sanksi Pidana Perzinahan Akibat Adanya Delik Aduan dari Pihak yang Dirugikan Menurut Pasal 284 Kuhp. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(9), 5380–5389. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i9.13686

Nasution, Ahmad Adanan, & Harahap, Mar’ie Mahfudz. (2024). Complaints by Victims of Adultery Offenses: A Comparative Study of Penal Code and Islamic Law. Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 27(2), 201–214. https://doi.org/10.56087/aijih.v27i2.484

Pratama, Mochamad Ramdhan. (2022). Perluasan Makna Zina Dalam Pasal 417 Rancangan Kuhp Indonesia. Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 254–268. https://doi.org/10.46306/rj.v2i2.36

Presiden Republik Indonesia. (2023). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Direktorat Utama Pembinaan Dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan, (16100), 1–345.

Putri, Nella Sumika. (2025). Moral Offenses Under Indonesian Criminal Code 2023 in Perspective of Religious Minority. Jurnal HAM, 16(1), 61. https://doi.org/10.30641/ham.2025.16.61-76

R Arif Muljohadi. (2025). Metodologi Penelitian Hukum. https://doi.org/10.62952/pssp.22

Riyadi, Ridho Riyadi. (2020). Penafsiran Ali Ash-Shabuni Tentang Ayat-Ayat Zina. Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 36–60. https://doi.org/10.47435/al-mubarak.v5i2.475

Rizki Maulana, & Dhiauddin Tanjung. (2024). CRIME IN MARRIAGE. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 19(1), 126–135. https://doi.org/10.33059/jhsk.v19i1.9726

Sirajuddin, Sirajuddin, Risdayani, Risdayani, & Dewi Indriani. (2024). Delik Aduan Tindak Pidana Perzinahan dalam Pandangan Hukum Pidana dan Hukum Islam. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(2), 359–372. https://doi.org/10.36701/bustanul.v5i2.1717

Situmeang, Sahat Maruli Tua, Putri, Latiffa Rojikin, & Mendisa, Karlina. (2024). Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penyimpangan Seksual Dalam Perspektif Hukum Pidana Indonesia. JURNAL RISET INDRAGIRI, 2(3), 226–239. https://doi.org/10.61069/juri.v2i3.70

Syahroni, Muhammad Irfan. (2023). Analisis Data Kuantitatif. EJurnal Al Musthafa, (3), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.62552/ejam.v3i3.64.

Yasdin, Aditya Renaldi, Rapung, Rapung, & Irsyad Rafi. (2024). Tinjauan Fikih Jinayah Terhadap Konsekuensi Zina dalam KUHP Tahun 1946 dan No. 01 Tahun 2023. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 3(4), 608–630. https://doi.org/10.36701/qiblah.v3i4.1655

Downloads

Published

30-06-2026

Issue

Section

Articles