Peradaban Journal of Economic and Business https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB <p><strong>PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS</strong> is an open access and peer-reviewed journal dedicated to disseminating the results of studies and research, both theoretical and applied in the fields of economics and business. <strong>PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS </strong>Publish twice a year, <strong>March</strong> and <strong>September</strong>. Editors accept theoretical and empirical articles on general topics in economics, Business and Management.</p> Pustaka Peradaban en-US Peradaban Journal of Economic and Business 2829-1441 Analyst Forecasts and the Cost of Capital: Evidence from Indonesian State-Owned Enterprises https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/582 <p>This study investigates the determinants of the Weighted Average Cost of Capital (WACC) for Indonesian State-Owned Enterprises (SOEs) under the Indonesia Investment Authority (BP Danantara), focusing on the interplay between capital market analyst forecasts and macroeconomic factors. Utilizing a quantitative explanatory design, the research employs logistic regression on a pooled dataset of financial and non-financial SOEs. The findings reveal distinct sectoral variations in WACC drivers. For non-financial SOEs, inflation is the sole significant factor, exerting a negative effect. Conversely, for financial SOEs, the debt-to-assets (DTA) ratio, firm size, and interest rates significantly and negatively influence WACC within a robust model. Notably, analyst forecasts do not yield a direct significant effect for either sector. The study concludes that WACC determinants are fundamentally sector-specific: financial SOEs are more sensitive to monetary policy and capital structure, whereas non-financial SOEs are primarily influenced by real economic conditions. These results suggest that financial SOE managers should prioritize capital structure optimization and interest rate responsiveness, while non-financial SOEs must focus on operational efficiency. Academically, this research affirms that fundamental factors, rather than short-term analyst sentiment, remain the primary drivers of corporate cost of capital in the Indonesian SOE landscape.</p> <p data-path-to-node="4"><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan Weighted Average Cost of Capital (WACC) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan Badan Pengelola (BP) Danantara sebagai Indonesia Investment Authority. Fokus utama penelitian ini adalah interaksi antara proyeksi analis pasar modal dan faktor-faktor makroekonomi. Dengan menggunakan desain eksplanatori kuantitatif, penelitian ini menerapkan analisis regresi logistik pada data panel BUMN sektor keuangan dan non-keuangan. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan sektoral yang signifikan pada determinan WACC. Pada BUMN non-keuangan, hanya inflasi yang menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Sebaliknya, pada BUMN keuangan, debt-to-assets (DTA), ukuran perusahaan (firm size), dan tingkat suku bunga berpengaruh negatif secara signifikan dalam model yang kokoh. Sementara itu, proyeksi analis tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan pada kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa determinan WACC bersifat spesifik sektoral: BUMN keuangan lebih sensitif terhadap kebijakan moneter dan struktur modal, sedangkan BUMN non-keuangan lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi riil seperti inflasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen BUMN keuangan untuk memprioritaskan pengelolaan struktur modal dan respons terhadap perubahan suku bunga, sementara BUMN non-keuangan perlu memperkuat efisiensi operasional. Secara akademis, hasil ini menegaskan bahwa faktor fundamental, alih-alih sentimen analis jangka pendek, merupakan penggerak utama biaya modal perusahaan.</em></p> Muslimin Muslimin R. A. Fiska Huzaimah Copyright (c) 2026 Muslimin Muslimin, R. A. Fiska Huzaimah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 1 14 10.59001/pjeb.v5i1.582 Pengaruh Experiential Learning Activities, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/585 <p><em>Employee performance is a pivotal factor in driving organizational effectiveness, necessitating strategic efforts to enhance capacity building and work motivation. This study aims to analyze the influence of experiential learning activities, human resource development (HRD), and motivation on employee performance at the Faculty of Economics and Business, Universitas Tarumanagara. Employing a quantitative approach, data were gathered through Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that experiential learning, HRD, and motivation exert a positive and significant impact on employee performance. Theoretically, this study reinforces the role of experience-based learning and competency development as primary determinants of performance. Practically, these results provide a framework for organizations to strengthen participatory learning practices and motivational systems to optimize employee productivity.</em></p> <p>Kinerja karyawan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan efektivitas organisasi, sehingga diperlukan upaya strategis untuk mendukung pengembangan kapasitas dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="243">experiential learning</em>, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan motivasi terhadap kinerja karyawan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="591">experiential learning</em>, pengembangan SDM, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Secara teoretis, penelitian ini mengonfirmasi peran penting pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi sebagai determinan utama kinerja. Secara praktis, temuan ini memberikan dasar bagi organisasi untuk memperkuat praktik pembelajaran partisipatif dan sistem motivasi guna mengoptimalkan produktivitas karyawan.</p> Rini Ernawati Eka Avianti Ayuningtyas Adibah Yahya Rina Nurjanah Taufik Hidayat Copyright (c) 2026 Rini Ernawati, Eka Avianti Ayuningtyas, Adibah Yahya, Rina Nurjanah, Taufik Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 15 26 10.59001/pjeb.v5i1.585 Kontribusi Komponen Fiskal terhadap Pendapatan Asli Daerah https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/728 <p><em>Local Own-Source Revenue (PAD) is an important indicator in assessing the fiscal independence of a region in financing development. This study aims to analyze the influence of local taxes, local levies, and the general allocation fund on the Local Own-Source Revenue of Bandar Lampung City during the 2022–2024 period. This research employs a quantitative approach using secondary data obtained through documentation and literature review. The results show that partially, local taxes and local levies have a significant effect on Local Own-Source Revenue, while the general allocation fund does not have a significant effect. However, simultaneously, local taxes, local levies, and the general allocation fund have a significant influence on the Local Own-Source Revenue of Bandar Lampung City. These findings indicate that optimizing local taxes and local levies is a key factor in increasing PAD, while the contribution of the general allocation fund to PAD remains relatively limited. This study contributes to enriching the literature on the determinants of local own-source revenue and provides a reference for local governments in formulating policies to increase PAD.</em></p> <p>Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting dalam menilai kemandirian fiskal daerah dalam membiayai pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan dana alokasi umum terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandar Lampung pada periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan dana alokasi umum tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, pajak daerah, retribusi daerah, dan dana alokasi umum berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandar Lampung. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan PAD, sementara kontribusi dana alokasi umum terhadap PAD relatif terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian mengenai determinan Pendapatan Asli Daerah serta menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD.</p> <p> </p> Siti Khoirina Mutiara Aisyah Putri Nur Salma Copyright (c) 2026 Siti Khoirina, Mutiara Aisyah Putri, Nur Salma https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 27 38 10.59001/pjeb.v5i1.728 Ekonomi Kreatif Digital untuk Penguatan Ekonomi Pertahanan Nasional https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/679 <p><em>Digital transformation has created significant opportunities for the development of Indonesia’s digital creative economy, which not only contributes to economic growth but also has strategic potential in strengthening national defense economics. This study aims to formulate development strategies for integrating the digital creative economy into the national defense economic framework to enhance competitiveness and national resilience. This research employs a descriptive qualitative approach using literature studies derived from government documents, international organization reports, and relevant academic publications. The findings indicate that synergy between digital creative actors and the defense sector can generate dual-use innovations that support defense technology development, improve operational efficiency, and strengthen the national innovation ecosystem. Theoretically, this study contributes to the development of the defense economy perspective by highlighting the role of the digital creative economy as a strategic component in supporting national resilience. Practically, the study recommends the establishment of dual-use innovation hubs, strengthening applied research, and providing fiscal incentives for digital creative actors to enhance collaboration with the defense sector and support sustainable national defense capabilities.</em></p> <p>Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi perkembangan ekonomi kreatif digital di Indonesia yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekonomi pertahanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi kreatif digital yang dapat diintegrasikan dalam kerangka ekonomi pertahanan guna meningkatkan daya saing dan ketahanan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, laporan organisasi internasional, serta publikasi akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara pelaku ekonomi kreatif digital dan sektor pertahanan mampu menghasilkan inovasi dual-use yang mendukung pengembangan teknologi pertahanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat ekosistem inovasi nasional. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan perspektif ekonomi pertahanan dengan menyoroti peran ekonomi kreatif digital sebagai komponen strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pembentukan pusat inovasi dual-use, penguatan riset terapan, serta pemberian insentif fiskal bagi pelaku ekonomi kreatif digital untuk meningkatkan kolaborasi dengan sektor pertahanan dalam mendukung pembangunan kemampuan pertahanan nasional yang berkelanjutan.</p> Robi Zamzam M.F Sri Murtiana Suwito Suwito Copyright (c) 2026 Robi Zamzam M.F, Sri Murtiana, Suwito Suwito https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 39 51 10.59001/pjeb.v5i1.679 Representasi Sosial dan Tekanan Fomo dalam Pengambilan Keputusan Karier Wirausaha https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/805 <p><em>Social representations of entrepreneurial success circulating through social media shape perceptions and psychosocial pressures that influence how students consider entrepreneurial career choices. This study aims to explore how social representations and the phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) influence entrepreneurial career decision-making among university students in Makassar. The study uses a qualitative approach with a case study method and involves 15 student informants who have an interest in or are currently running a business. Data are collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings show that social representations of entrepreneurship formed through social media and narratives of instant entrepreneurial success create significant FOMO pressure. Students experience conflicts between social expectations, fear of being left behind in business trends, and rational considerations in choosing entrepreneurial careers. This study contributes to understanding psychosocial factors in entrepreneurial intention and provides practical implications for developing more critical and reflective entrepreneurship education.</em></p> <p>Representasi sosial mengenai kesuksesan wirausaha yang tersebar melalui media sosial membentuk persepsi dan tekanan psikososial yang memengaruhi cara mahasiswa mempertimbangkan pilihan karier kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana representasi sosial dan fenomena <em>Fear of Missing Out (FOMO)</em> mempengaruhi pengambilan keputusan karier wirausaha di kalangan mahasiswa Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan melibatkan 15 informan mahasiswa yang memiliki minat atau sedang menjalankan usaha. Sumber data dikumpulkan melalui melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi sosial tentang wirausaha yang terbentuk melalui media sosial dan narasi sukses instan entrepreneur menciptakan tekanan FOMO yang signifikan. Mahasiswa mengalami konflik antara ekspektasi sosial, ketakutan tertinggal dari tren bisnis, dan pertimbangan rasional dalam memilih karier wirausaha. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang faktor psikososial dalam entrepreneurial intention dan memberikan implikasi praktis bagi pendidikan kewirausahaan yang lebih kritis dan reflektif.</p> Mildayanti Yulnita Muchtar Nurul Haeriyah Ridwan Copyright (c) 2026 Mildayanti, Yulnita Muchtar, Nurul Haeriyah Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 52 67 10.59001/pjeb.v5i1.805 Analaisis Pengelolaan Dana Desa dalam Pembangunan Infrastruktur https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/736 <p><em>Village Fund management serves as a strategic instrument for accelerating rural infrastructure development. This study aims to analyze the effectiveness of Village Fund management in Jombok Village, focusing on the planning process, the implementation of the Cash for Work (Padat Karya Tunai/PKT) scheme, and the dynamics of community participation within a Good Governance framework. Employing a case study method, data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that Village Fund governance in Jombok Village is bolstered by robust inter-institutional coordination, ensuring a structured development cycle. The implementation of the PKT program effectively optimizes local labor absorption and provides immediate economic benefits through daily wage distribution. Furthermore, community participation is comprehensively manifested, ranging from formal planning in the Village Development Planning Meeting (Musrenbangdes) to informal grassroots monitoring. Theoretically, this study confirms that integrating Good Governance principles with the PKT scheme fosters a participatory and inclusive model of village financial management. Practically, these findings offer recommendations for village governments to enhance transparency and institutional synergy to ensure sustainable rural infrastructure developmen</em>t.</p> <p>Pengelolaan Dana Desa merupakan instrumen strategis dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan Dana Desa dalam pembangunan infrastruktur di Desa Jombok, dengan fokus pada proses perencanaan, implementasi skema Padat Karya Tunai (PKT), serta peran partisipasi masyarakat dalam kerangka Good Governance. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Dana Desa di Desa Jombok didukung oleh koordinasi antarkelembagaan desa yang solid, sehingga siklus pembangunan berjalan lebih terstruktur. Implementasi program PKT terbukti mampu mengoptimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal dan memberikan dampak ekonomi langsung melalui distribusi upah harian. Partisipasi masyarakat termanifestasi secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan melalui Musrenbangdes hingga pengawasan informal di lapangan. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip Good Governance dengan skema PKT menciptakan model pengelolaan keuangan desa yang partisipatif dan inklusif. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah desa untuk memperkuat transparansi dan sinergi kelembagaan guna menjamin keberlanjutan infrastruktur desa.</p> Aisyah Novia Rahma Bintis Ti'anatud Diniati Indra Marisa Ahmad Wildan Misbahul Kirom Sabil Fadzilah Subekti Copyright (c) 2026 Aisyah Novia Rahma, Bintis Ti'anatud Diniati, Indra Marisa, Ahmad Wildan Misbahul Kirom, Sabil Fadzilah Subekti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 68 80 10.59001/pjeb.v5i1.736 Pengaruh Akuntansi Forensik, Skeptisisme Profesional, dan Red Flag terhadap Pendeteksian Fraud https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/747 <p><em>Financial statement fraud remains a critical challenge that can undermine public trust in the accounting and auditing professions. This study aims to examine and analyze the influence of forensic accounting, professional skepticism, and red flags on fraud detection. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires distributed to auditors at Public Accounting Firms (KAP) in Makassar, selected via purposive sampling. Hypotheses were tested using multiple linear regression analysis. The results indicate that forensic accounting, professional skepticism, and red flags have a positive and significant effect on the effectiveness of fraud detection. Theoretically, this research strengthens the synthesis of GONE Theory and Attribution Theory in explaining the fraud detection process within an investigative audit context. Practically, these findings provide a strategic reference for Public Accounting Firms in formulating auditor capacity-building strategies to be more systematic, critical, and evidence-based in detecting fraud.</em></p> <p>Kasus kecurangan laporan keuangan (<em data-path-to-node="4" data-index-in-node="35">financial statement fraud</em>) tetap menjadi tantangan serius yang berpotensi mendegradasi kepercayaan publik terhadap profesi akuntan dan auditor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh akuntansi forensik, skeptisisme profesional, dan <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="293">red flag</em> terhadap pendeteksian <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="324">fraud</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Makassar. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="555">purposive sampling</em>, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi forensik, skeptisisme profesional, dan <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="735">red flag</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pendeteksian <em data-path-to-node="4" data-index-in-node="813">fraud</em>. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat sintesis Teori GONE dan Teori Atribusi dalam menjelaskan mekanisme pendeteksian kecurangan pada konteks audit investigatif. Secara praktis, temuan ini memberikan rujukan strategis bagi KAP dalam mengoptimalkan kapasitas auditor agar lebih sistematis, kritis, dan berbasis bukti dalam mengidentifikasi indikasi kecurangan.</p> Zaskia Febrina Ananda Kusminarto Amiruddin Sri Sundari Copyright (c) 2026 Zaskia Febrina Ananda Kusminarto, Amiruddin, Sri Sundari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 81−96 81−96 10.59001/pjeb.v5i1.747 Evaluasi Kepuasan Kerja Karyawan melalui Importance–Performance Analysis https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/684 <p><em>Employee job satisfaction is an important factor in improving organizational performance and the sustainability of educational institutions. This study aims to analyze the level of job satisfaction among employees at Brain Academy Ruangguru Cinere by assessing the alignment between employees’ expectations and their actual work experiences using the Importance–Performance Analysis method. The study employs a quantitative survey approach using a Likert-scale questionnaire to measure various indicators of job satisfaction across two main dimensions, namely importance and satisfaction. The data were analyzed through a gap analysis between the level of importance and the level of satisfaction using the Importance–Performance Analysis approach. The results show that there are gaps between importance and satisfaction across several indicators, indicating that aspects considered important have not been optimally fulfilled. The findings suggest the need to strengthen organizational support in improving performance and enhancing decision-making autonomy in order to increase job satisfaction and employee effectiveness.</em></p> <p>Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja organisasi dan keberlanjutan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan kerja karyawan Brain Academy Ruangguru Cinere dengan menilai kesesuaian antara harapan karyawan dan realisasi pengalaman kerja melalui metode <em>Importance–Performance Analysis</em>. Penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan kuesioner skala Likert yang mengukur berbagai indikator kepuasan kerja pada dua dimensi utama, yaitu tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. Data dianalisis melalui analisis kesenjangan antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan menggunakan pendekatan <em>Importance–Performance Analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pada sebagian indikator, di mana aspek yang dianggap penting belum sepenuhnya terpenuhi secara optimal. hasil penelitian mengindikasikan perlunya penguatan dukungan organisasi dalam meningkatkan performa serta otonomi pengambilan keputusan guna meningkatkan kepuasan kerja dan efektivitas karyawan.</p> Aragorn Rei Azka Sugiarto Nanang Alamsyah Wendy Febrianty Mardhiyah Hafiza Aprilia Copyright (c) 2026 Aragorn Rei Azka Sugiarto, Nanang Alamsyah, Wendy Febrianty Mardhiyah, Hafiza Aprilia https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 97 110 10.59001/pjeb.v5i1.684 Peran Kepercayaan Pelanggan dan Perceived Value dalam Membangun Loyalitas https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/814 <p><em>Increasingly intense business competition requires companies to implement customer retention strategies, including in the used car showroom business. This study aims to analyze the influence of customer trust and perceived value on customer loyalty at a used car showroom in Medan City. This study employs a quantitative approach with data collected through questionnaires. The sample was determined using a saturated sampling method (total sampling), in which the entire population was included as respondents. Data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results indicate that customer trust and perceived value have a positive and significant effect on customer loyalty, both partially and simultaneously, with perceived value having a more dominant influence than customer trust. Theoretically, this study enriches the literature on relationship marketing by confirming the role of customer trust and perceived value in shaping customer loyalty in the context of the used car market. Practically, the findings provide implications for showroom managers to enhance transparency and honesty in transactions and to ensure that the benefits received by customers are proportional to the costs incurred in order to strengthen customer loyalty</em><em>.</em></p> <p>Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi retensi pelanggan, termasuk pada bisnis showroom mobil bekas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepercayaan pelanggan dan persepsi nilai terhadap loyalitas pelanggan pada showroom mobil bekas di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode sampel jenuh (total sampling) sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pelanggan dan persepsi nilai berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, baik secara parsial maupun simultan, dengan persepsi nilai memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kepercayaan pelanggan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian pemasaran relasional dengan menegaskan peran kepercayaan pelanggan dan persepsi nilai dalam membentuk loyalitas pelanggan pada konteks pasar mobil bekas. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola showroom untuk meningkatkan transparansi dan kejujuran dalam transaksi serta memastikan bahwa manfaat yang diterima pelanggan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan guna memperkuat loyalitas pelanggan.</p> Wilson Wiranata Maan Kriswer Singh Fernando Capreli Irvan Rolyesh Situmorang Copyright (c) 2026 Wilson Wiranata, Maan Kriswer Singh, Fernando Capreli, Irvan Rolyesh Situmorang https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 111 124 10.59001/pjeb.v5i1.814 Transformasi Digital UMKM di Kota Makassar https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/816 <p><em>The development of digital technology has driven transformations in the operational and marketing strategies of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), including in Makassar City as one of the major trading centers in eastern Indonesia. This study aims to analyze the challenges and opportunities of MSME digitalization in Makassar through an integrative literature review approach using the Technology–Organization–Environment (TOE) framework. The research data were obtained from various national and international journal publications relevant to the topics of digital transformation and MSME development. The synthesis of the literature indicates that the success of MSME digitalization is influenced by the interaction between technological readiness, organizational capabilities, and supportive environmental policies. The findings highlight the importance of harmonizing internal and external factors to support the digital transformation of MSMEs in Makassar, while also providing strategic implications for local governments and stakeholders in designing more contextual and sustainable MSME digitalization policies.</em></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi operasional dan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk di Kota Makassar sebagai pusat perdagangan di kawasan timur Indonesia. Transformasi digital membuka peluang perluasan pasar dan peningkatan efisiensi usaha, namun juga menghadirkan tantangan struktural dan kultural bagi pelaku UMKM lokal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual tantangan dan peluang digitalisasi UMKM di Kota Makassar melalui pendekatan studi literatur dengan menggunakan kerangka </span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><em>Technology–Organization–Environment</em> </span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(TOE). Data dikumpulkan dari jurnal nasional dan internasional bereputasi serta publikasi relevan yang membahas digitalisasi, e-commerce, dan inklusi keuangan UMKM. Hasil sintesis menunjukkan bahwa peluang utama digitalisasi meliputi perluasan akses pasar berbasis platform bold, peningkatan efisiensi operasional melalui aplikasi bisnis digital, serta penguatan inklusi keuangan berbasis fintech. Di sisi lain, tantangan yang dominan mencakup rendahnya literasi digital, keterbatasan kapasitas manajerial dan investasi teknologi, hambatan regulasi dan pembiayaan, serta resistensi organisasi terhadap perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi UMKM digital di Makassar bergantung pada kesiapan integrasi internal, dukungan kebijakan daerah, dan penguatan ekosistem digital yang kolaboratif. Artikel ini memberikan kesan strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan digitalisasi UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.</span></span></p> Muh. Irshan Sachrir Agung Muliaman Anas Ade Vidya Eryanti K Dwiyanti Dwiyanti Copyright (c) 2026 Muh. Irshan Sachrir, Agung Muliaman Anas, Ade Vidya Eryanti K, Dwiyanti Dwiyanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-18 2026-03-18 5 1 125 144 10.59001/pjeb.v5i1.816 Penerapan Akuntansi Sektor Publik, Transparansi Laporan Keuangan, dan Kepatuhan Regulasi dalam Mendorong Akuntabilitas Kinerja Pemerintah https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/810 <p><em>This study examines the impact of public sector accounting implementation, financial reporting transparency, and regulatory compliance on the performance accountability of local government agencies in Gorontalo City. Using a quantitative survey method, data were gathered through questionnaires administered to financial officials across various local government units. The results demonstrate that while financial reporting transparency significantly and positively affects performance accountability, public sector accounting implementation and regulatory compliance do not show a significant influence. These findings suggest that existing accounting systems and regulations are often treated as mere administrative formalities rather than being effectively internalized to drive substantive accountability. Theoretically, this research highlights the gap between systemic design and practical execution in public sector management. Practically, it implies an urgent need for local governments to transcend symbolic compliance by strengthening transparency mechanisms through accessible, user-friendly financial disclosures. Furthermore, enhancing human capital through performance-based training and intensifying internal oversight are critical to ensuring that accounting practices and regulations tangibly improve public service quality and communal trust.</em></p> <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi akuntansi sektor publik, transparansi laporan keuangan, dan kepatuhan regulasi terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode survei kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pejabat pengelola keuangan di berbagai unit kerja perangkat daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun transparansi laporan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas kinerja, implementasi akuntansi sektor publik dan kepatuhan regulasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem akuntansi dan regulasi yang ada sering kali dianggap sebatas formalitas administratif dan belum terinternalisasi secara efektif untuk mendorong hasil akuntabilitas yang substantif. Secara teoretis, penelitian ini menyoroti adanya celah antara desain sistemik dan praktik pelaksanaan dalam manajemen sektor publik. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah untuk melampaui kepatuhan simbolis dengan memperkuat mekanisme transparansi melalui publikasi keuangan yang mudah diakses dan dipahami masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan akuntansi berbasis kinerja dan penguatan pengawasan internal diperlukan untuk memastikan bahwa praktik akuntansi dan regulasi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.</p> Ammaiya Usman Julie Abdullah Saprudin Saprudin Mohamad Abdul Radjak Masjhur Nikma Bilondatu Copyright (c) 2026 Ammaiya Usman, Julie Abdullah, Saprudin Saprudin, Mohamad Abdul Radjak Masjhur, Nikma Bilondatu https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-20 2026-03-20 5 1 145 159 10.59001/pjeb.v5i1.810 Keputusan Pembelian di TikTok Shop https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/806 <p><em>The development of TikTok Shop as a leading social commerce ecosystem has established a new paradigm in consumer behavior dynamics, particularly at the stage of consideration and purchasing decision-making for fashion products. This study aims to explore and analyze in depth how fashion trends, celebrity endorsements, and customer ratings influence consumers’ purchasing decisions on the platform. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires distributed to active TikTok Shop users and analyzed using inferential statistical techniques to test the partial effects of each variable. Respondents selected through purposive sampling participated by providing responses based on a Likert scale. Multiple linear regression analysis was employed to examine the relationships among variables comprehensively. The findings reveal that fashion trends have a significant influence on purchasing decisions, whereas celebrity endorsements do not exert a positive impact. In contrast, customer ratings demonstrate a strong and significant contribution in encouraging consumers to make purchases. Theoretically, this study enriches the marketing literature by providing empirical evidence regarding the relative roles of these factors within the consumer decision-making model, challenging traditional assumptions about the effectiveness of celebrity endorsements, and encouraging the development of new theories that emphasize peer-to-peer social influence through customer reviews in the fashion industry. Practically, these results offer guidance for marketers and business practitioners to optimize promotional strategies by prioritizing up-to-date fashion trend campaigns and transparent customer rating systems, while reducing investment in less effective celebrity endorsements. This approach can enhance marketing efficiency, consumer satisfaction, and competitiveness in the dynamic fashion market.</em></p> <p>Perkembangan TikTok Shop sebagai ekosistem <em>social commerce</em> terdepan telah membentuk paradigma baru dalam dinamika perilaku konsumen, khususnya pada tahap pertimbangan dan pengambilan keputusan pembelian produk <em>fashion</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis secaraa mendalam bagaimana <em>trend fashion, celebrity</em> <em>endorsement</em>, serta <em>customer rating</em> berperan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen di platform tersebut. Pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang ditujukan kepada pengguna aktif TikTok Shop, lalu dianalisis menggunakan teknik statistik inferensial guna menguji pengaruh parsial masing-masing variabel. <em>Responden</em> yang dipilih melalui purposive sampling berpartisipasi dengan memberikan tanggapan berdasarkan skala Likert. Metode analisis regresi linier berganda diterapkan untuk menguji hubungan antar variabel secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>trend fashion</em> memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan <em>celebrity endorsement</em> tidak memberikan dampak positif, namun <em>customer rating</em> terbukti memberikan kontribusi yang kuat dan signifikan dalam mendorong konsumen untuk membeli. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur pemasaran dengan bukti empiris tentang peran relatif faktor-faktor tersebut dalam model keputusan pembelian konsumen, menantang asumsi efektivitas tradisional dukungan <em>celebrity</em>, dan mendorong pengembangan teori baru yang lebih menekankan pengaruh sosial peer-to-peer melalui ulasan pelanggan di industri <em>fashion</em>. Secara praktis, hasil ini memberikan panduan bagi pemasar dan pelaku bisnis untuk mengoptimalkan strategi promosi dengan memprioritaskan kampanye <em>trend fashion</em> terkini serta sistem <em>customer rating</em> yang <em>transparan</em>, sambil mengurangi investasi pada endorsement selebriti yang kurang efektif, sehingga meningkatkan <em>efisiensi</em> pemasaran, kepuasan konsumen, dan daya saing di pasar <em>fashion</em> yang dinamis.</p> Khalilah Anna Zakiyah Hastriana Copyright (c) 2026 Khalilah, Anna Zakiyah Hastriana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-20 2026-03-20 5 1 160 181 10.59001/pjeb.v5i1.806 Adopsi Pembayaran Digital di Pedesaan https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/734 <p data-path-to-node="4"><em>This study examines the adoption of digital payment systems in rural communities and its impact on financial behavior, using Pekalongan Village, East Lampung Regency, as a case study. A mixed-methods approach was employed to provide a comprehensive analysis. Quantitative data from a survey were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data from in-depth interviews were used to enrich the empirical findings. The results reveal that digital payment adoption in rural areas has not yet reached the level of a daily habit. Perceived ease of use, usefulness, trust, digital literacy, and infrastructure access significantly and positively influence adoption. Furthermore, the integration of digital payments contributes to improved financial behavior, specifically in transaction record-keeping, expenditure control, and saving practices. These findings underscore the critical role of digital infrastructure and literacy as prerequisites for sustainable financial inclusion. Theoretically, this research bridges the gap between technology adoption and behavioral finance in a rural context, providing strategic implications for policymakers to foster a more inclusive digital economy.</em></p> <p data-path-to-node="4">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi sistem pembayaran digital pada masyarakat pedesaan serta dampaknya terhadap perilaku keuangan, dengan studi kasus di Desa Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) untuk memberikan analisis yang komprehensif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkaya temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital di wilayah pedesaan belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Faktor persepsi kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, literasi digital, serta akses infrastruktur terbukti berpengaruh positif terhadap adopsi sistem tersebut. Lebih lanjut, penggunaan pembayaran digital berkontribusi pada perbaikan perilaku keuangan masyarakat, khususnya dalam hal pencatatan transaksi, pengendalian pengeluaran, dan pola menabung. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi merupakan prasyarat utama dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan di pedesaan. Secara teoretis, penelitian ini menghubungkan antara adopsi teknologi dengan keuangan keperilakuan, serta memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam mempercepat ekonomi digital yang inklusif.</p> Heru Irawan Bram Aprizon P Senima Mukti Sasongko Maria Septijantini Copyright (c) 2026 Heru Irawan, Bram Aprizon P Senima, Mukti Sasongko, Maria Septijantini https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-20 2026-03-20 5 1 182 199 10.59001/pjeb.v5i1.734 Activity-Based Budgeting: Innovative Budgeting or an Efficiency Illusion? https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/812 <p>This study evaluates the effectiveness of Activity-Based Budgeting (ABB) and Activity-Based Management (ABM) implementation to determine whether these systems constitute a strategic innovation or merely an illusion of efficiency. Employing a Systematic Literature Review (SLR) methodology in accordance with the PRISMA 2020 protocol, this research synthesizes 19 internationally reputable articles published between 2011 and 2025. The findings reveal a significant dialectic in global budgeting practices; while the majority of the literature positions ABB/ABM as a genuine innovation that enhances cost accuracy and resource transparency, the study also uncovers an "administrative illusion." In such cases, systems are often exploited for strategic behavioral manipulation or hindered by organizational cultural resistance. Additionally, neutral outcomes are observed in several contexts due to technical complexities and bureaucratic barriers. This study concludes that the transformation from traditional budgeting to activity-based systems requires robust institutional commitment and advanced data infrastructure to prevent the system from becoming a mere administrative formality. Theoretically, this research contributes to the contingency theory of management accounting, while practically, it provides a framework for organizations to assess their readiness for ABB/ABM adoption.</p> <p><em>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas implementasi Activity-Based Budgeting (ABB) dan Activity-Based Management (ABM) untuk menentukan apakah sistem ini merupakan inovasi strategis atau sekadar ilusi efisiensi. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) sesuai protokol PRISMA 2020, penelitian ini menyintesis 19 artikel bereputasi internasional yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2025. Temuan menunjukkan adanya dialektika yang signifikan dalam praktik penganggaran global; mayoritas literatur memosisikan ABB/ABM sebagai inovasi nyata yang meningkatkan akurasi biaya dan transparansi sumber daya. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya "ilusi administratif," di mana sistem dieksploitasi untuk manipulasi perilaku strategis atau terhambat oleh resistensi budaya organisasi. Selain itu, hasil netral ditemukan pada beberapa konteks akibat kompleksitas teknis dan hambatan birokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi dari penganggaran tradisional ke sistem berbasis aktivitas memerlukan komitmen institusional yang kuat dan infrastruktur data yang mumpuni agar tidak menjadi formalitas administratif semata. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada teori kontingensi akuntansi manajemen, sementara secara praktis, penelitian ini menyediakan kerangka kerja bagi organisasi untuk menilai kesiapan adopsi ABB/ABM.</em></p> Tamara Theresia Sivano Clara Sinta Miftahul Rizkiyah Naqiyyah Ghina Kurnia Vanesca Rifani Akbar Sulbahari Copyright (c) 2026 Tamara Theresia Sivano, Clara Sinta, Miftahul Rizkiyah, Naqiyyah Ghina Kurnia Vanesca, Rifani Akbar Sulbahari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-23 2026-03-23 5 1 200 215 10.59001/pjeb.v5i1.812 Determinan Penetapan Harga UMKM https://jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJEB/article/view/720 <p><em>Capital and government regulations are crucial factors influencing cost structures, sales strategies, and price-setting flexibility, particularly within the informal sector. This study aims to analyze the impact of capital and government policies on price determination among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) operating as street vendors in Tandipau, Palopo City. Using a quantitative approach with an associative method, data were gathered through questionnaires and structured observations from samples selected via purposive sampling. The data were subsequently analyzed using multiple linear regression. The results indicate that capital and government policies, both partially and simultaneously, significantly influence price determination, with capital identified as the most dominant factor. Theoretically, this study enriches the literature on informal sector economic behavior regarding price-setting mechanisms. Practically, the findings serve as a strategic reference for local governments in formulating capital support and business regulations to foster MSME sustainability and price stability within the informal sector.</em></p> <p>Permodalan dan regulasi pemerintah merupakan faktor krusial yang memengaruhi struktur biaya, strategi penjualan, serta fleksibilitas pelaku usaha dalam menetapkan harga, khususnya pada sektor informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permodalan dan kebijakan pemerintah terhadap penentuan harga pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pedagang kaki lima di Tandipau, Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi terstruktur terhadap sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permodalan dan kebijakan pemerintah, baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh signifikan terhadap penentuan harga, dengan permodalan sebagai faktor paling dominan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku ekonomi sektor informal terkait mekanisme penentuan harga. Secara praktis, temuan ini menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dukungan permodalan dan regulasi usaha guna mendorong keberlanjutan UMKM serta stabilitas harga di sektor informal.</p> Raswandi Muh. Ramli Hasrul Wijaya Copyright (c) 2026 Raswandi, Muh. Ramli, Hasrul Wijaya https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-03-30 2026-03-30 5 1 216 227 10.59001/pjeb.v5i1.720