Penguatan Ketahanan Keluarga Sakinah melalui Edukasi Hukum dan Literasi Keuangan dalam Menghadapi Judi Online dan Pinjaman Online Ilegal
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjcs.v2i1.876Keywords:
judi online, pinjaman online ilegal, literasi keuangan, edukasi hukum, ketahanan keluargaAbstract
Maraknya judi online dan pinjaman online ilegal menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang memengaruhi ketahanan keluarga. Rendahnya literasi keuangan dan kesadaran hukum masyarakat menyebabkan masih banyak warga belum mampu membedakan layanan keuangan digital legal dan ilegal serta memahami langkah perlindungan hukum yang tersedia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, ketahanan keluarga, dan edukasi hukum terkait judi online serta pinjaman online ilegal. Program dilaksanakan pada 12 April 2026 di PCA Singosari, Kabupaten Malang, dengan melibatkan sekitar 70 peserta yang terdiri atas pengurus, anggota, dan jamaah perempuan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, simulasi kasus, diskusi, dan konsultasi hukum. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai risiko kejahatan finansial digital, pengelolaan keuangan keluarga, serta mekanisme perlindungan hukum terhadap pinjaman online ilegal. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi mengenai dampak judi online terhadap keluarga dan kelompok usia muda. Kegiatan ini turut memperkuat peran Posbakum ‘Aisyiyah sebagai ruang konsultasi dan pendampingan hukum berbasis komunitas.
The rise of online gambling and illegal online lending has created social, economic, and psychological impacts that threaten family resilience. Low levels of financial literacy and legal awareness have caused many community members to struggle in distinguishing between legal and illegal digital financial services and understanding available legal protections. This community service program aimed to improve public understanding of financial literacy, family resilience, and legal education related to online gambling and illegal online lending. The program was conducted on April 12, 2026, at PCA Singosari, Malang Regency, involving approximately 70 female participants consisting of administrators, members, and congregation participants. The program applied an educational and participatory community-based approach through interactive lectures, case simulations, discussions, and legal consultations. The results showed increased participant understanding regarding the risks of digital financial crimes, family financial management, and legal protection mechanisms against illegal online lending. Participants also demonstrated high enthusiasm during discussions concerning the impact of online gambling on families and young people. In addition, the program strengthened the role of Posbakum ‘Aisyiyah as a community-based legal consultation and assistance center.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Putri Hidayah, Yuyun Choirunnisa, Iis Wahyuni, La Tahzan N.P.P

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


