Implementation of SAK EMKM-Based Financial Reporting in a Micro, Small, and Medium Enterprise in Makassar
DOI:
https://doi.org/10.59001/pjcs.v2i1.866Keywords:
financial reporting, SAK EMKM, financial management, MSMEs, community empowermentAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan terkait tata kelola keuangan dan literasi akuntansi. Artikel ini membahas program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM Pabrik Tahu Maju Jaya di Kota Makassar. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, edukasi literasi keuangan, dan pendampingan teknis dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan pendampingan tersebut memungkinkan pemilik usaha untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun laporan keuangan yang terstruktur berdasarkan SAK EMKM. Hasil implementasi menunjukkan laba bersih sebesar Rp5.545.000 dan total aset sebesar Rp117.545.000 pada periode September 2025. Program ini juga meningkatkan pemahaman pemilik usaha mengenai manajemen keuangan dan akuntabilitas usaha. Oleh karena itu, implementasi SAK EMKM dapat mendukung praktik pelaporan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengakses pembiayaan eksternal.
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting Indonesia’s economy. However, many MSMEs still face challenges related to financial governance and accounting literacy. This article discusses a community service program aimed at implementing Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) at the Maju Jaya Tofu Factory MSME in Makassar. The program applied a participatory approach consistin g of observation, financial literacy education, and technical mentoring in financial reporting preparation. The assistance activities enabled the business owner to calculate the Cost of Goods Sold (COGS), separate personal and business finances, and prepare structured financial statements based on SAK EMKM. The implementation results showed a net profit of IDR 5,545,000 and total assets of IDR 117,545,000 for the September 2025 period. The program also improved the owner’s understanding of financial management and business accountability. Therefore, the implementation of SAK EMKM can support better financial reporting practices and improve MSME readiness to access external financing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irene Ipal Parinding, Fajriani Azis, Nurul Rusdiansyah, Nur Abshari Abbas, Alia Rezki Amalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


